Jumat, 14 Desember 2018

GEMUK ATAU NGGAK GENDUT

Cuplikan lagu salah satu iklan vitamin anak dulu. Masih ingat??? "....bajuku dulu tidak begini.....tapi kini tak muat lagi...."
Waktu kecil, saya tergolong kurus alias ringan alias tipis. 

Karena paling ringan, saya sering disuruh untuk naik ke atas plafond rumah, untuk memperbaiki sambungan kabel listrik. Seru....karena atap rumah dari seng. Kalau diluar rumah, cuaca cerah dan panas terik matahari, kadang punggung saya menyentuh sisi dalam seng. 😰 Angan2 di pikiran saat itu : ".....seandainya saya lebih gemuk, mungkin saya nggak kebagian tugas...".🤔

Sekarang, saya sudah naik kelas. Dalam olahraga tinju, saya sudah naik dari kelas Layang, masuk kelas Ringan, dan sekarang ada di kelas Berat. (Kalau urutannya salah, harap maklum. Saya bukan petinju)

Karena sekarang sudah banyak makan tempat, dan angka di timbangan badan sudah masuk 3 digit 😱, angan2 saya berubah menjadi : ".....seandainya saya lebih kurus, mungkin saya tidak ketemu dengan timbangan badan rusak yang selalu menunjukkan 3 angka....😤"

Ada teman yang ngajak saya berolahraga sepeda. Biar sehat dan bisa ngurangin berat alias jadi kurusan.
Saat itu jawaban saya simple aja tapi cukup mematikan 😂 :

"Bro, waktu kecil saya bisanya bersepeda. Masak udah besar, masih naik sepeda? Naik mobil lah, bro". 

"Bro, waktu kecil saya kurus. Masak udah besar kurus lagi? Gemuklah, bro'. 😎
Itulah kita manusia. Kurus minta gemuk. Yang gemuk malah minta kurus.
Yang nggak punya uang, pingin punya uang banyak. Sebaliknya, yang banyak uang malah pingin hidup sederhana karena stress dengan masalah yang ada. 

Tidak ada kondisi yang sempurna dalam hidup. Kenapa? Karena kita manusia.
Jalanin hidup dan nikmatilah. Jangan pusing dengan hal2 yang justru membuat anda tidak bahagia.
Ingat pesan di botol minuman Johnny Walker : KEEP WALKING.
Live your life to the fullest.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Kamis, 13 Desember 2018

OLAH RAGA

Dua cabang olahraga yang saya senangi adalah golf dan jalan kaki.

Kenapa? Karena ilmu dalam kedua olahraga tersebut, hampir sama dengan yang terjadi dalam hidup. 

Dalam golf, pemain punya keinginan untuk memukul bola ke arah tertentu dengan jarak tertentu juga. Tapi kenyataannya? 

Belum lagi jika cuaca panas terik atau hujan mulai turun. Kondisi diperparah apabila pukulan teman anda bermain, jauh lebih baik. Ada taruhan, telepon masuk, suara petir, semua gabung jadi satu. 

Dalam berjalan kaki, anda yang pegang kendali. Mau jalan atau tidak. Mau pakai sepatu atau tidak. Anda juga yang menentukan jalan mana yang mau anda lalui.

Tantangan dan masalah tetap ada. Kaki lecet, cuaca panas, hujan, diganggu orang gila yang ketemu di jalan, dan banyak tantangan lain selama berjalan kaki. Satu per satu langkah, dan anda akan sampai ke tujuan.

Dalam hidup juga demikian. Anda berjalan seiring waktu. Senin, Selasa, Rabu,.....eh Senin lagi, Selasa lagi, .....eh tahun baru......eh udah tua.....

Tapi dengan semua masalah yang ada, anda jalanin terus dan akan sampai garis finish.
Kedua olahraga tersebut mengajarkan saya untuk mengalahkan diri saya sendiri. 

Bagi saya, golf bukan untuk gagah2an.
Golf mengajar saya untuk bisa tenang saat lawan bermain bagus, tetap fokus berpikir saat mau memukul bola, dan belajar untuk konsisten menyelesaikan tugas, dari hole 1 sampai hole 18.

Sedangkan jalan kaki mengajarkan saya untuk terus melangkah, walaupun orang lain tidak peduli. Tetap fokus ke tujuan, walaupun kaki lecet dan panas terik. 

Pesan pagi ini :
Pilihlah olahraga yang mengajar kita untuk mengalahkan diri kita sendiri. Tanpa harus mengalahkan orang lain. 

Berusahalah untuk menang dalam hidup, dengan berusaha memberikan yang terbaik. Tanpa harus menjelek2an orang lain.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Rabu, 12 Desember 2018

THOSE OLD TIMES

Setelah menonton Little House On The Prairie, kenangan lama kembali lagi. Waktu itu, tv di rumah masih tv zaman kapan.

TV tabung yang dibalut kotak kayu, dengan penutup layar seperti pintu ruko saat sekarang. Layar hitam putih, yang ditambah lembar plastik biru. Jadi hitam putih, agak kebiru2an gambarnya.

Untuk mengganti channel tv, alatnya bulat dengan angka yang menandakan saluran TV. Cara menggunakannya seperti menjewer kuping. Mirip alat pengatur kecepatan kipas angin yang dipasang di plafond ruangan di rumah. 

Udah mulai ingat? Sudah bisa membayangkan bentuk tv dulu?
Sekarang bayangkan anda yang dulu. Polos, ceria, taunya cuma bermain, stress hanya saat ulangan atau ujian di sekolah. Walaupun banyak gerak, banyak PR, banyak aktifitas, tapi semangat anda tetap membara walaupun badan terasa capek. Main, main dan main terus..... Sampai sering dimarahin orang tua, karena kebanyakan main sampai lupa belajar. 

Those old Times.....
Bagaimana dengan anda sekarang? Apakah semangat anda menjalani hidup seperti semangat anda ingin bermain main saat anda kecil dulu? 

Seandainya sudah mulai meredup, carilah solusi supaya semangat hidup membara lagi.
Tidak gampang. Tapi saya sudah melakukannya saat saya putuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan sebelumnya. Nganggur iya, tapi level semangat meningkat walaupun masalah baru menanti. 

Selamat menghidupkan semangat anak kecil di dalam diri kita masing2.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

STORY TELLER

Apa nggak capek nulis cerita?
Saya jawab : tidak.
Emang ada yang baca?
Saya jawab : tidak tahu.
Kalau cerita dibaca, emang bermanfaat?
Saya jawab : kan bukan saya yang baca.
Ceritanya nggak menarik.
Saya jawab : siapa yang bilang harus menarik.

Beberapa pertanyaan yang timbul, sejak saya sering sharing apa yang ada di dalam pikiran saya dengan menulis di WA Group, Facebook dan blogspot.  

Walaupun pertanyaan tersebut kadang terlintas, tapi saya tetap menulis. Karena begitu saya berhenti, maka pertanyaan tadi akan berubah menjadi :

Koq berhenti menulis?
Saya jawab : capek
Koq capek?
Saya jawab : nggak ada yang baca.
Koq tau nggak ada yang baca?
Saya jawab : perasaan saya gitu....
Emang ceritanya nggak bermanfaat yah?
Saya jawab : kayaknya sih....saya nggak tau...

Begitulah juga yang terjadi dalam hidup kita. Saat kita yakin dengan apa yang kita rasa benar, lakukanlah dengan penuh keyakinan. Akan banyak gangguan dari luar yang kadang meragukan pilihan anda alias banyak yang lebih pintar.

Karena begitu anda menyerah, akan banyak orang yang kesannya peduli kepada anda (alias KEPO), tapi justru semakin memperburuk keadaan anda. 

Tetap semangat.
Apakah anda seorang teacher?
Saya jawab : Bukan. Karena saya tidak lebih pintar dari anda semua.
Apakah anda seorang motivator?
Saya jawab : Juga bukan. Mungkin bagi orang yang ragu2 ingin bunuh diri. Setelah bertemu saya, mereka jadi lebih yakin untuk bunuh diri.
Jadi anda siapa?
Saya jawab : saya seorang story teller. Karena setelah saya menulis story saya, semua pembaca bisa teller. 

Itu saja......
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Selasa, 11 Desember 2018

BELANJA ONLINE

Besok adalah hari belanja on line. Saya tau dari info berita, plus info dari Radio One FM Singapore yang saya dengar di mobil tadi. (Sengaja dicantumkan biar kesannya agak gimana lah....

Di saat saya duduk manis di KopiAgus, para shopper on line mungkin sedang bersiap2 untuk hari esok. Ada saldo di rekening kah? Kalau tidak ada, mau pinjam sama siapa kah? Atau harus gadai apa, biar besok bisa belanja.

Dan mendadak, barang2 yang telah dibeli sebelumnya, berubah menjadi super kuno, super jelek, sehingga tidak lagi masuk kategori layak pakai.

Untung, suami atau istri tidak dijual on line. Kalau dijual online, di hari H-1 seperti hari ini, suami/istri mendadak jadi tua. Baunya tidak sedap, walaupun sudah berkali2 masuk laundry. Bagi saya pribadi, saya baru satu kali belanja online. Itupun karena ada acara kantor yang mengharuskan karyawan memakai kaos basket Chicago Bulls.

Kesannya? 😂 Kenyataan tidak seindah impian. Cukup sekali saya belanja online. Kalau saya belanja online termasuk memesan makanan, saya tidak akan mengenal Agus, si penjual sarapan. Tidak kenal dengan tukang parkir di depan KopiAgus. Tidak bisa melihat yang manis2. 

Demikian juga sebaliknya. Mereka juga tidak mengenal saya.
Jadi teringat lagunya Simply Red,...... If you don't know me by now, you will never never know me.... Saat umur anda bertambah, tidak ada kata rewind dalam hidup ini.

Kenalkan diri anda kepada orang lain, dan berusahalah untuk mengenal orang lain yang anda jumpa.
Karena saat anda terus menerus belanja on line, kenalan anda hanya petugas yang mengantar paket kiriman yang anda beli.

Habis antar, bye bye...🖐🖐
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --
BANNER DISINI
LIKE FANPAGE KAMI OMSHARING GROUP