Tampilkan postingan dengan label NGOPI PAGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NGOPI PAGI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2018

PINDAH KERJA

Seorang teman yang sudah bekerja selama puluhan tahun di perusahaan yang sama, pernah curhat ke saya.Dia sangat tidak suka dengan atasan atau karyawan baru, yang masuk dengan fasilitas yang jauh lebih baik. Sementara fasilitas karyawan lama masih segitu2 saja. Saya pikir lumrah di dalam dunia pekerjaan saat ini. 

Sebaliknya dengan teman saya yang telah berpindah2 kerja. Cara pandangnya terhadap karyawan baru berbeda jauh. Saat saya bertanya kenapa dia lebih santai, dia menjawab : "Saya pindah2 kerja. Jadi saya tau rasanya gimana jadi orang baru di tempat kerja saya yang baru". 

Setelah saya berpindah2 kerja, saya jadi lebih bisa memaklumi sikap karyawan lama dan perasaan karyawan baru.

That's life.
Jika anda mau bersikap bijaksana, bayangkanlah anda di posisi lawan bicara anda.
Kalau belum bisa, jangan ngaku bijaksana.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

RANJANG BERTINGKAT


Saya lahir dari satu keluarga sederhana di kota kecil, hampir 45 tahun yang lalu. Saya anak ke 6 dari 7 bersaudara. Dengan anggota keluarga sebanyak 9 orang (ditambah orang tua), kami tinggal di rumah dengan 3 kamar tidur. Satu kamar untuk orang tua, satu kamar untuk anak laki2 dan satu kamar untuk anak perempuan.

Rumah kami tidak bertingkat, tapi ranjang kami yang bertingkat. Dengan personel sebanyak itu, bisa dibayangkan ramainya barang2 dan kekacauan yang terjadi saat kami bangun pagi dan bersiap2 untuk ke sekolah. Sejak itu pula saya berpikir, kalau besar dan punya uang, saya akan punya rumah besar dan bertingkat. Supaya kalau saya punya anak, kondisinya tidak seribet ini. 

Sejalan dengan waktu, banyak hal yang saya jumpa dan alami yang merubah pikiran saya terkait rumah bertingkat. Ada keluarga yang punya rumah besar dan bertingkat, tapi hanya dihuni pembantunya. Karena anak pemilik sudah punya rumah sendiri dan pemiliknya sering di luar kota.
Ada juga rumah besar, yang hanya ditempati suami istri. Anak2 sudah kuliah di luar kota, dan pulang satu atau 2 kali saja dalam setahun. 

Di sisi lain, ada juga keluarga yang punya rumah tidak besar, tapi masih bisa hidup bahagia. Apalagi saat ini sudah banyak keluarga dengan satu atau 2 anak saja. Kenapa harus punya rumah bertingkat dengan banyak kamar kalau anak cuma 2 ? Siapa yang akan menempati rumah kalau anak sudah kuliah di kota lain??

Bagi saya, ranjang bertingkat lebih baik dibanding rumah besar yang bertingkat. Ranjang bertingkat, membuat anggota keluarga bisa berinteraksi. Ngobrol, berantem dan bisa saling mengawasi. Kamar banyak membuat interaksi berkurang. Apalagi saat sekarang dimana anak2 lebih memilih mengurung diri di kamar dengan gadget dan WiFi. 

Saya juga membayangkan saat saya dan istri sudah tua. Di saat badan sudah menua, dan berjalan mulai susah, apakah saya masih mau berpikir untuk naik tangga?  Ke toilet aja susah, apalagi naik ke lantai 2 untuk sekedar mengambil sesuatu. 

Selain pemanfaatan ruangan, alasan biaya pembangunan juga jadi pertimbangan saya 😄. Nggak ada duit, jujur aja. Tapi kemarin saya dapat masukan dari seorang teman. "Pak, kalau ada uang lebih, ajak keluarga travelling. Tidak harus ke luar negeri. Sesuai budget lah".

Dalam pikiran saya, benar juga. Siapkan dana untuk kebutuhan, sisanya nambah wawasan.
Kalau ada uang lebih, ngapain nambah ruangan atau lantai rumah. Mendingan untuk jalan2. Live life to the fullest.

Tapi ini pandangan saya. Kalau teman2 punya budget dan pingin atau sudah punya rumah besar dan bertingkat, tidak ada yang salah. Teman2 bisa berpendapat beda. Namanya juga sharing.
Ranjang bertingkat? Atau Rumah bertingkat?
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Selasa, 18 Desember 2018

ME TIME

Saat saya duduk sendiri sambil menikmati bubur kacang ijo, tiga meja di kiri saya juga diisi satu orang di tiap meja. 

Ada yg melamun, dan ada yg bermain gadget. Tiap orang punya masalah masing2. Dan tiap orang butuh waktu sendiri untuk memikirkan mau kemana jalan hidupnya. 

Seperti lirik lagu Guns n Roses :
Sometimes i need some time, on my own.
Everybody need some time, on their own
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Senin, 17 Desember 2018

FREDDY MERCURY

Jelang pilpres, banyak yg larut dalam suasana kampanye. Dan yang pasti, ada saling hujat dan membuka kebobrokan lawan lain. 

Tadi saat mengemudi, saya mendengar lagu We Are The Champion yang dinyanyikan Queen. 

Dari kecil, saya tidak pernah memikirkan kalau sang vokalis bakal punya kehidupan pribadi yang melenceng dari kehidupan orang normal.

Saat saya tau pun, saya tetap tidak peduli. Karena saya lebih fokus dalam menikmati lagu2 yang dinyanyikan. 

Kelebihannya menutupi kekurangannya.
Karena saya memutuskan demikian. 

Kekurangan orang lain akan mudah dicari, jika kita berniat demikian. Tapi kelebihan, pasti akan lebih sulit apabila kita tidak bisa berjiwa besar.

Mari bersaing dengan menunjukkan kelebihan sendiri, bukan dengan menunjukkan kekurangan lawan. 

Kita yang memutuskan.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Jumat, 14 Desember 2018

U IA BO


Sambil makan siang, sambil mendengar orang2 di meja sebelah yang sedang membahas investasi bitcoin.
 
Yang satu sebagai pengajar, sementara yg satu lagi sebagai murid.
Cerita yang disampaikan manis semuanya. Mulai dari cara untuk jadi peserta, sampai keuntungan yang didapat.

Yang terlintas di pikiran saya, apakah pengajar akan tetap ada saat nilai investasi menurun alias merugi? Apakah pengajar komit untuk menjelaskan kepada klien apabila investasi klien merugi?

Pengalaman saya selama ini, kondisi negatif yang mungkin terjadi, tidak disampaikan di awal saat penawaran dilakukan. 

Saya pernah mendengar salah seorang marketing senior yang berkata ke bawahannya : "Kalau dijelaskan sisi negatifnya, siapa yang mau beli?".

Jika demikian, anda menjebak klien anda masuk ke dalam jebakan yang anda sendiri sudah tau.
Apakah marketing demikian? Mengorbankan klien demi keuntungan pribadi?

No...no.....not for me.
Yg pendapatnya beda, silakan. Ini sharing, bukan debat capres.
U ia bo ?
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

GEMUK ATAU NGGAK GENDUT

Cuplikan lagu salah satu iklan vitamin anak dulu. Masih ingat??? "....bajuku dulu tidak begini.....tapi kini tak muat lagi...."
Waktu kecil, saya tergolong kurus alias ringan alias tipis. 

Karena paling ringan, saya sering disuruh untuk naik ke atas plafond rumah, untuk memperbaiki sambungan kabel listrik. Seru....karena atap rumah dari seng. Kalau diluar rumah, cuaca cerah dan panas terik matahari, kadang punggung saya menyentuh sisi dalam seng. 😰 Angan2 di pikiran saat itu : ".....seandainya saya lebih gemuk, mungkin saya nggak kebagian tugas...".🤔

Sekarang, saya sudah naik kelas. Dalam olahraga tinju, saya sudah naik dari kelas Layang, masuk kelas Ringan, dan sekarang ada di kelas Berat. (Kalau urutannya salah, harap maklum. Saya bukan petinju)

Karena sekarang sudah banyak makan tempat, dan angka di timbangan badan sudah masuk 3 digit 😱, angan2 saya berubah menjadi : ".....seandainya saya lebih kurus, mungkin saya tidak ketemu dengan timbangan badan rusak yang selalu menunjukkan 3 angka....😤"

Ada teman yang ngajak saya berolahraga sepeda. Biar sehat dan bisa ngurangin berat alias jadi kurusan.
Saat itu jawaban saya simple aja tapi cukup mematikan 😂 :

"Bro, waktu kecil saya bisanya bersepeda. Masak udah besar, masih naik sepeda? Naik mobil lah, bro". 

"Bro, waktu kecil saya kurus. Masak udah besar kurus lagi? Gemuklah, bro'. 😎
Itulah kita manusia. Kurus minta gemuk. Yang gemuk malah minta kurus.
Yang nggak punya uang, pingin punya uang banyak. Sebaliknya, yang banyak uang malah pingin hidup sederhana karena stress dengan masalah yang ada. 

Tidak ada kondisi yang sempurna dalam hidup. Kenapa? Karena kita manusia.
Jalanin hidup dan nikmatilah. Jangan pusing dengan hal2 yang justru membuat anda tidak bahagia.
Ingat pesan di botol minuman Johnny Walker : KEEP WALKING.
Live your life to the fullest.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Kamis, 13 Desember 2018

OLAH RAGA

Dua cabang olahraga yang saya senangi adalah golf dan jalan kaki.

Kenapa? Karena ilmu dalam kedua olahraga tersebut, hampir sama dengan yang terjadi dalam hidup. 

Dalam golf, pemain punya keinginan untuk memukul bola ke arah tertentu dengan jarak tertentu juga. Tapi kenyataannya? 

Belum lagi jika cuaca panas terik atau hujan mulai turun. Kondisi diperparah apabila pukulan teman anda bermain, jauh lebih baik. Ada taruhan, telepon masuk, suara petir, semua gabung jadi satu. 

Dalam berjalan kaki, anda yang pegang kendali. Mau jalan atau tidak. Mau pakai sepatu atau tidak. Anda juga yang menentukan jalan mana yang mau anda lalui.

Tantangan dan masalah tetap ada. Kaki lecet, cuaca panas, hujan, diganggu orang gila yang ketemu di jalan, dan banyak tantangan lain selama berjalan kaki. Satu per satu langkah, dan anda akan sampai ke tujuan.

Dalam hidup juga demikian. Anda berjalan seiring waktu. Senin, Selasa, Rabu,.....eh Senin lagi, Selasa lagi, .....eh tahun baru......eh udah tua.....

Tapi dengan semua masalah yang ada, anda jalanin terus dan akan sampai garis finish.
Kedua olahraga tersebut mengajarkan saya untuk mengalahkan diri saya sendiri. 

Bagi saya, golf bukan untuk gagah2an.
Golf mengajar saya untuk bisa tenang saat lawan bermain bagus, tetap fokus berpikir saat mau memukul bola, dan belajar untuk konsisten menyelesaikan tugas, dari hole 1 sampai hole 18.

Sedangkan jalan kaki mengajarkan saya untuk terus melangkah, walaupun orang lain tidak peduli. Tetap fokus ke tujuan, walaupun kaki lecet dan panas terik. 

Pesan pagi ini :
Pilihlah olahraga yang mengajar kita untuk mengalahkan diri kita sendiri. Tanpa harus mengalahkan orang lain. 

Berusahalah untuk menang dalam hidup, dengan berusaha memberikan yang terbaik. Tanpa harus menjelek2an orang lain.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Rabu, 12 Desember 2018

THOSE OLD TIMES

Setelah menonton Little House On The Prairie, kenangan lama kembali lagi. Waktu itu, tv di rumah masih tv zaman kapan.

TV tabung yang dibalut kotak kayu, dengan penutup layar seperti pintu ruko saat sekarang. Layar hitam putih, yang ditambah lembar plastik biru. Jadi hitam putih, agak kebiru2an gambarnya.

Untuk mengganti channel tv, alatnya bulat dengan angka yang menandakan saluran TV. Cara menggunakannya seperti menjewer kuping. Mirip alat pengatur kecepatan kipas angin yang dipasang di plafond ruangan di rumah. 

Udah mulai ingat? Sudah bisa membayangkan bentuk tv dulu?
Sekarang bayangkan anda yang dulu. Polos, ceria, taunya cuma bermain, stress hanya saat ulangan atau ujian di sekolah. Walaupun banyak gerak, banyak PR, banyak aktifitas, tapi semangat anda tetap membara walaupun badan terasa capek. Main, main dan main terus..... Sampai sering dimarahin orang tua, karena kebanyakan main sampai lupa belajar. 

Those old Times.....
Bagaimana dengan anda sekarang? Apakah semangat anda menjalani hidup seperti semangat anda ingin bermain main saat anda kecil dulu? 

Seandainya sudah mulai meredup, carilah solusi supaya semangat hidup membara lagi.
Tidak gampang. Tapi saya sudah melakukannya saat saya putuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan sebelumnya. Nganggur iya, tapi level semangat meningkat walaupun masalah baru menanti. 

Selamat menghidupkan semangat anak kecil di dalam diri kita masing2.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

STORY TELLER

Apa nggak capek nulis cerita?
Saya jawab : tidak.
Emang ada yang baca?
Saya jawab : tidak tahu.
Kalau cerita dibaca, emang bermanfaat?
Saya jawab : kan bukan saya yang baca.
Ceritanya nggak menarik.
Saya jawab : siapa yang bilang harus menarik.

Beberapa pertanyaan yang timbul, sejak saya sering sharing apa yang ada di dalam pikiran saya dengan menulis di WA Group, Facebook dan blogspot.  

Walaupun pertanyaan tersebut kadang terlintas, tapi saya tetap menulis. Karena begitu saya berhenti, maka pertanyaan tadi akan berubah menjadi :

Koq berhenti menulis?
Saya jawab : capek
Koq capek?
Saya jawab : nggak ada yang baca.
Koq tau nggak ada yang baca?
Saya jawab : perasaan saya gitu....
Emang ceritanya nggak bermanfaat yah?
Saya jawab : kayaknya sih....saya nggak tau...

Begitulah juga yang terjadi dalam hidup kita. Saat kita yakin dengan apa yang kita rasa benar, lakukanlah dengan penuh keyakinan. Akan banyak gangguan dari luar yang kadang meragukan pilihan anda alias banyak yang lebih pintar.

Karena begitu anda menyerah, akan banyak orang yang kesannya peduli kepada anda (alias KEPO), tapi justru semakin memperburuk keadaan anda. 

Tetap semangat.
Apakah anda seorang teacher?
Saya jawab : Bukan. Karena saya tidak lebih pintar dari anda semua.
Apakah anda seorang motivator?
Saya jawab : Juga bukan. Mungkin bagi orang yang ragu2 ingin bunuh diri. Setelah bertemu saya, mereka jadi lebih yakin untuk bunuh diri.
Jadi anda siapa?
Saya jawab : saya seorang story teller. Karena setelah saya menulis story saya, semua pembaca bisa teller. 

Itu saja......
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Selasa, 11 Desember 2018

BELANJA ONLINE

Besok adalah hari belanja on line. Saya tau dari info berita, plus info dari Radio One FM Singapore yang saya dengar di mobil tadi. (Sengaja dicantumkan biar kesannya agak gimana lah....

Di saat saya duduk manis di KopiAgus, para shopper on line mungkin sedang bersiap2 untuk hari esok. Ada saldo di rekening kah? Kalau tidak ada, mau pinjam sama siapa kah? Atau harus gadai apa, biar besok bisa belanja.

Dan mendadak, barang2 yang telah dibeli sebelumnya, berubah menjadi super kuno, super jelek, sehingga tidak lagi masuk kategori layak pakai.

Untung, suami atau istri tidak dijual on line. Kalau dijual online, di hari H-1 seperti hari ini, suami/istri mendadak jadi tua. Baunya tidak sedap, walaupun sudah berkali2 masuk laundry. Bagi saya pribadi, saya baru satu kali belanja online. Itupun karena ada acara kantor yang mengharuskan karyawan memakai kaos basket Chicago Bulls.

Kesannya? 😂 Kenyataan tidak seindah impian. Cukup sekali saya belanja online. Kalau saya belanja online termasuk memesan makanan, saya tidak akan mengenal Agus, si penjual sarapan. Tidak kenal dengan tukang parkir di depan KopiAgus. Tidak bisa melihat yang manis2. 

Demikian juga sebaliknya. Mereka juga tidak mengenal saya.
Jadi teringat lagunya Simply Red,...... If you don't know me by now, you will never never know me.... Saat umur anda bertambah, tidak ada kata rewind dalam hidup ini.

Kenalkan diri anda kepada orang lain, dan berusahalah untuk mengenal orang lain yang anda jumpa.
Karena saat anda terus menerus belanja on line, kenalan anda hanya petugas yang mengantar paket kiriman yang anda beli.

Habis antar, bye bye...🖐🖐
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

GILA ITU PERLU

Judul yang aneh. Tapi ini datang dari pengalaman saya dulu.
Waktu kelas 3 SD, saya berjalan kaki dari halte bis sekolah ke rumah. Jarak sekitar 2 km dan dijalani saat pergi dan pulang sekolah. Waktu banjir, saya tetap berjalan tanpa membuka sepatu. Sampai di rumah, saya disebut tenggen alias gila. 😰

Kesan pertama sebagai anak kecil, pasti sedih. Tapi setelah waktu berlalu, saya mulai tenggen beneran. Dari tidak pernah masuk ranking 10 besar di kelas 1 - 3 SD, jadi ranking 2 saat naik ke kelas 5 SD. 🤗

Gila berlanjut sampai saya tamat SMA.
Hal yang sama terjadi saat saya kuliah. Karena pengajar yang dihadapi unik, jadi tingkat stress mahasiswa cukup variatif. 

Sampai ada istilah yg berkembang. Kalau mau lulus dari jurusan ini, harus gila dikit.
Kalau udah gila dikit, trus dihantam tekanan baru, paling gilanya nambah dikit.
Tapi kalau berusaha waras dan melawan arus, saat urat otak sudah tidak kuat menahan, bisa langsung gila beneran. 😱

Saya termasuk salah satu yang berubah jadi gila dikit. Saat ada mata kuliah yg sekali ambil, langsung lulus, saya biasa aja. Demikian juga saat ada mata kuliah yang harus diambil 4 x baru bisa lulus, saya juga biasa aja. Loh koq bisa? Kan saya udah gila dikit.😄

Karena pernah 4 x ambil satu mata kuliah baru lulus, saya sudah tdk khawatir kalau ada yg 2 x atau 3 x baru lulus. 😂 Dengan kegilaan yang ada, selama kuliah saya melakukan adjustment target. 5 besar tdk tercapai, saya ubah target jadi 15 besar. Gagal juga, saya ubah target jadi 50 besar. Baru berhasil. (Kalau tdk salah 🤔).

Kalau gagal pun tidak apa2. Karena dari ukuran badan, saya sudah masuk 5 besar di angkatan saya.
Yah begitulah saya dulu. Ngalir aja kayak air di permukaan yang miring. 

Kalau saya tidak tenggen saat SD, atau saya tidak gila dikit saat kuliah, mungkin saya tidak seperti sekarang ini. 

Sekarang saya bisa atur, kapan harus waras, kapan harus kumat gilanya.
That's what makes my life interesting !!!
Bangga jadi diri sendiri 😎
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Senin, 10 Desember 2018

SENDOK TEH TAWAR

Yg dipesan 2 teh tawar hangat.
Masing2 dikasi sendok.
Kegunaan sendok tersebut, adalah untuk :
A. Buat ngaduk tehnya biar rata.
B. Biar duduknya lama, minumnya pakai sendok.
C. Kalau duit kurang beli roti, sendoknya digigit2 aja. Siapa tau laparnya bisa hilang.
D. Pelengkap saja. Karena kalau gelas dan tatakan digunakan, harus satu paket dengan sendok.

Selamat menebak...😎
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

INDAH TAPI TIDAK SEMPURNA

Kalimat di atas, tiba2 terlintas di pikiran saya pagi ini. Hidup itu indah. Tapi tidak ada yang mengatakan hidup itu sempurna.
There's always something missing. 

Saya lihat diri saya sendiri. Dulu tinggal di kost, karena belum memiliki 🏠. Punya rumah, tapi tidak punya mobil. Skrg ada, eh malah rambut yg mulai berkurang. 😂😆😆😆

Ada teman yang punya usaha hebat, rumah, mobil, keluarga dllnya. Pokoknya kelihatan sudah lengkap. Eh malah tidak punya waktu untuk keluarganya, karena sibuk mengejar harta.

Ada lagi yang semuanya ada, tapi tidak punya teman bercerita. Punya materi, tapi hidup hambar karena jiwa tertekan. Sebaliknya ada yg hidup dengan keluarga, bahagia, tapi kurang di sisi materi. 

Seorang teman pernah meminta saya untuk menjual Avanza saya dan membeli mobil baru. Saya menolak dengan alasan tidak mau menambah utang. Bagi saya, apa yang saya jalani bersama kendaraan ini, lebih penting dibanding gengsi naik karena punya mobil baru. 

Sudah hampir 11 tahun bersama, dan hampir 215.000 kilometer yang telah ditempuh. Mobil yang tidak indah bagi teman saya, tapi indah bagi saya. Mobil yang tidak sempurna bagi teman saya, tapi sempurna bagi saya dengan kenangan yang ada. (Walaupun sudah banyak perbaikan yang dilakukan).
Hidup ini indah atau tidak, kembali ke sisi pandang kita masing2. 

Kalau sempurna? Saya rasa tidak ada manusia yang punya hidup sempurna. Akan selalu ada yang kurang dalam perjalanan hidup.

Kenapa? Karena kita manusia. Tidak peduli betapa kayanya kita, atau betapa sempurnanya kita. There's always something missing.

"Berusahalah untuk membuat hidup ini indah."
Jangan memaksakan hidup jadi sempurna.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Minggu, 09 Desember 2018

BUKAN PIKIRAN SUTRADARA SINETRON

Pagi ini, seperti biasa bangun pagi jam 4 dan langsung menemani puppy di rumah jalan pagi untuk "setoran". 

Setelah kembali ke rumah, dilanjutkan dengan nonton tv. Ada 3 channel yg jadi prioritas utama. BBC Earth, National Geographic dan History.

Pagi ini, Boy To Man di channel BBC Earth. Si bule belajar jadi pemanjat gunung dengan cara tradisional. Luar biasa semangatnya si bule dalam belajar dan mempraktekkan apa yang diajarkan penduduk setempat. 👍👍

Apakah yang dialami si bule menyenangkan? Tentu saja tidak. Proses menjadi MAN, tidak gampang di setiap episodenya. Kadang bahkan sampai cedera. 

Episode berikutnya juga sama. Tentang proses dari BOY menjadi MAN, tapi di negara yang berbeda. Resiko yang dihadapi juga sama. 

Semua itu jadi pengalaman yang luar biasa, saat dia selesai menjalani prosesnya. (Saya sampai berangan2 seandainya saya punya pengalaman seperti dia).

Saya juga ingin hidup saya penuh warna dan penuh cerita. Tidak perlu cerita ke tempat wisata yang mahal (menghibur diri karena nggak punya budget....hehehe) 

Saya butuh pengalaman yang sederhana saja, tapi penuh kenangan. (Sesuai kantong lah.....nggak usah maksa jadi orang kaya...)

Agar pada saat saya tua nanti, saya bisa berkata dalam hati : "Terima kasih Tuhan, atas hidup ini. Dan terima kasih atas semua cerita dalam sekian puluh tahun perjalanan hidup saya". 

Kalau nontonnya sinetron, wawasan jadi gitu2 aja. Yg kepikiran pun kayak di cerita sinetron. Tidak bagi saya. Saya pilih nambah wawasan dan angan2 dengan cara pikiran saya, bukan pikiran sutradara sinetron. 

Anda?
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

CRIMSON TIDE

Setelah diskusi dengan seorang teman terkait posisi suami dan istri dalam pengelolaan keuangan keluarga, saya jadi teringat dengan film Crimson Tide. 

Crimson Tide dibintangi aktor Gene Hackman yang berperan sebagai kapten kapal selam, dan Denzel Washington sebagai wakil kapten di kapal selam yang sama. 

Saat ada ancaman nuklir dari Rusia, terdapat perbedaan pendapat di antara keduanya. Kondisi memanas, sampai awak kapal terpisah menjadi dua kelompok. Satu kelompok pro kapten, dan satu lagi pro wakil kapten. 

Di akhir cerita, kedua pihak berdamai walaupun sama2 merasa benar.

Demikian juga dengan kehidupan pasangan, baik suami istri, maupun sesama rekan kerja. 

Saat suami dan istri, sama2 merasa paling benar dalam membuat keputusan, akibatnya bakal terjadi keributan. Dan akhirnya tidak ada hasil positif yang didapat.

Dengan hati dan kepala dingin, selalu ada jalan tengah yang akan jadi jalan terbaik dalam pengambilan keputusan.

Semoga bermanfaat 🙏.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Sabtu, 08 Desember 2018

SARAPAN PAGI DI KOTA BATAM

Sarapan pagi ini di Batam.
Paket komplit pelepas rindu akan Medan. Lontong tauco Medan, mie gomak dan bakwan. 






Di Medan, namanya mie kacang. Tepat sekali.  Karena ada mie dan ada kacang. Di Batam, namanya mie lendir. Tepat sekali.  Karena ada mie dan ada lendir.
Pertanyaannya, lendir siapa ini?😂😂😂😂😂




---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Jumat, 07 Desember 2018

OMONGAN ORANG VS KEYAKINAN DIRI

Saat anda bayar pajak kendaraan sebelum habis masa berlaku, anda TAAT atau TAKUT?

Saat anda cuma makan mie instant karena akan ada kebutuhan nantinya, anda HEMAT atau PELIT?

Saat cuma ada istri anda di hati, anda SETIA atau anda TAKUT ISTRI?

Saat anda mengajukan pengunduran diri, anda MENYERAH atau anda merasa CUKUPLAH SUDAH?
Saat anda ikut prihatin dengan masalah teman2, PEDULI atau KEPO?
 
Hal di atas, sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saat anda buat keputusan, akan banyak teman yang memberikan masukan, atau tidak ada yg peduli sama sekali. 

Yakin atas keputusan yang telah anda buat. Jalani dan persiapkan diri untuk semua kemungkinan yang terjadi. 

Keluar dari zona nyaman.
SMART atau GHUO-BLOK?
Anda yang tentukan.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Kamis, 06 Desember 2018

BENALU

Setelah jadi kutu loncat selama bertahun2, salah satu teman bertanya kepada saya : "Belum dapat kerja, koq langsung berhenti, bro?". 

Banyak hal yang ada di dalam pikiran saya, untuk menjawab pertanyaan teman tersebut. Akhirnya, jawaban yang keluar dari mulut saya adalah "Saya tidak mau jadi benalu".

Apakah saya memang benalu? Tidak juga. Tapi saat saya merasa saya sudah tidak maksimal, bekerja jadi tidak nyaman. 

Saat sudah tidak nyaman, anda bisa mencari jalan supaya anda bisa kembali semangat dan merasa nyaman. 

Atau......anda tidak punya solusi alias jalan pikiran sudah buntu.
Saat tidak ada solusi dan pikiran buntu dalam mencari solusi, anda harus memutuskan : pilih jadi benalu atau pilih keluar dan mencari peluang baru. 

It's your choice.....
Kelamaan jadi benalu, ada resiko. Suatu saat juga akan dibuang. Tinggal nunggu waktu saja.
Anda tetap dikategorikan WARAS.

Pilih keluar dan tidak jadi benalu, juga ada resiko. Bisa dapat yang lebih baik, atau justru hancur lebur.
Anda masuk kategori GILA 😂 kayak saya.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Rabu, 05 Desember 2018

TEH O-BENG

Siang ini saya makan siang di warung yang sama, tapi pengamen tidak hadir.  Masih ingat cerita pengamen dan teh manis dingin ( teh obeng )?
Yang terjadi siang ini lain lagi ceritanya.
Saat pelayan mengantar minuman teh manis panas alias Teh O, ternyata yg dipesan adalah teh tawar panas. 

Miskomunikasi antara pekerja, tapi sempat saling menyalahkan. Supaya tidak memanas, orderan teh manis tadi saya ambil alih. Take over lah ceritanya. Simple, tapi efektif meredakan situasi yang sempat memanas.

Dalam hidup juga demikian. Terkadang kita sibuk mempertahankan ego kita, sehingga tidak ada solusi atas permasalahan. 

Seperti cerita pedagang pisang saat saya kuliah dulu. Sekitar 20 tahun yang lalu. Harga pisang satu sisir seharga 1000 rupiah. Setelah 2 hari, pisang masih belum terjual dan sudah mulai berubah warna. Saat saya menawar pisang tersebut seharga 500 rupiah, penjual tetap tidak mau. Tetap 1000 rupiah.Mendingan busuk daripada dijual murah. Konyol bukan? 

Begitulah sikap sebagian orang yang cuma melihat dunia dari satu lubang kecil. Taunya cuma sedikit.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

TANGAN DINGIN (PART-2)

Cerita tangan dingin, berikut percakapan saya dengan salah seorang teman di mobil. Saat itu kami akan pergi makan siang, dan melintas di depan penjual anggrek. 

OM : istri saya salah satu penggemar anggrek, pak. Kalau sama istri, pada tumbuh dan berbunga. Tangan dingin lah. Kan nggak semua orang bisa pelihara anggrek sampai berbunga.

Teman : bener, pak. Pembantu saya juga gitu. Tangannya dingin juga ....
Belum sempat dia melanjutkan pembicaraannya, saya langsung potong : "Bapak koq tau tangan pembantu bapak dingin? Emang bapak dipegang dimana sama si pembantu???" 😂😂😂

Pesan pagi ini : hati2 dengan tangan pembantu. Takutnya tangan pembantu anda lebih dingin dari tangan istri sendiri. 

Semangat pagi.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --
BANNER DISINI
LIKE FANPAGE KAMI OMSHARING GROUP