Tampilkan postingan dengan label MEMORIES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEMORIES. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2018

THOSE OLD TIMES

Setelah menonton Little House On The Prairie, kenangan lama kembali lagi. Waktu itu, tv di rumah masih tv zaman kapan.

TV tabung yang dibalut kotak kayu, dengan penutup layar seperti pintu ruko saat sekarang. Layar hitam putih, yang ditambah lembar plastik biru. Jadi hitam putih, agak kebiru2an gambarnya.

Untuk mengganti channel tv, alatnya bulat dengan angka yang menandakan saluran TV. Cara menggunakannya seperti menjewer kuping. Mirip alat pengatur kecepatan kipas angin yang dipasang di plafond ruangan di rumah. 

Udah mulai ingat? Sudah bisa membayangkan bentuk tv dulu?
Sekarang bayangkan anda yang dulu. Polos, ceria, taunya cuma bermain, stress hanya saat ulangan atau ujian di sekolah. Walaupun banyak gerak, banyak PR, banyak aktifitas, tapi semangat anda tetap membara walaupun badan terasa capek. Main, main dan main terus..... Sampai sering dimarahin orang tua, karena kebanyakan main sampai lupa belajar. 

Those old Times.....
Bagaimana dengan anda sekarang? Apakah semangat anda menjalani hidup seperti semangat anda ingin bermain main saat anda kecil dulu? 

Seandainya sudah mulai meredup, carilah solusi supaya semangat hidup membara lagi.
Tidak gampang. Tapi saya sudah melakukannya saat saya putuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan sebelumnya. Nganggur iya, tapi level semangat meningkat walaupun masalah baru menanti. 

Selamat menghidupkan semangat anak kecil di dalam diri kita masing2.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

STORY TELLER

Apa nggak capek nulis cerita?
Saya jawab : tidak.
Emang ada yang baca?
Saya jawab : tidak tahu.
Kalau cerita dibaca, emang bermanfaat?
Saya jawab : kan bukan saya yang baca.
Ceritanya nggak menarik.
Saya jawab : siapa yang bilang harus menarik.

Beberapa pertanyaan yang timbul, sejak saya sering sharing apa yang ada di dalam pikiran saya dengan menulis di WA Group, Facebook dan blogspot.  

Walaupun pertanyaan tersebut kadang terlintas, tapi saya tetap menulis. Karena begitu saya berhenti, maka pertanyaan tadi akan berubah menjadi :

Koq berhenti menulis?
Saya jawab : capek
Koq capek?
Saya jawab : nggak ada yang baca.
Koq tau nggak ada yang baca?
Saya jawab : perasaan saya gitu....
Emang ceritanya nggak bermanfaat yah?
Saya jawab : kayaknya sih....saya nggak tau...

Begitulah juga yang terjadi dalam hidup kita. Saat kita yakin dengan apa yang kita rasa benar, lakukanlah dengan penuh keyakinan. Akan banyak gangguan dari luar yang kadang meragukan pilihan anda alias banyak yang lebih pintar.

Karena begitu anda menyerah, akan banyak orang yang kesannya peduli kepada anda (alias KEPO), tapi justru semakin memperburuk keadaan anda. 

Tetap semangat.
Apakah anda seorang teacher?
Saya jawab : Bukan. Karena saya tidak lebih pintar dari anda semua.
Apakah anda seorang motivator?
Saya jawab : Juga bukan. Mungkin bagi orang yang ragu2 ingin bunuh diri. Setelah bertemu saya, mereka jadi lebih yakin untuk bunuh diri.
Jadi anda siapa?
Saya jawab : saya seorang story teller. Karena setelah saya menulis story saya, semua pembaca bisa teller. 

Itu saja......
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Selasa, 11 Desember 2018

GILA ITU PERLU

Judul yang aneh. Tapi ini datang dari pengalaman saya dulu.
Waktu kelas 3 SD, saya berjalan kaki dari halte bis sekolah ke rumah. Jarak sekitar 2 km dan dijalani saat pergi dan pulang sekolah. Waktu banjir, saya tetap berjalan tanpa membuka sepatu. Sampai di rumah, saya disebut tenggen alias gila. 😰

Kesan pertama sebagai anak kecil, pasti sedih. Tapi setelah waktu berlalu, saya mulai tenggen beneran. Dari tidak pernah masuk ranking 10 besar di kelas 1 - 3 SD, jadi ranking 2 saat naik ke kelas 5 SD. 🤗

Gila berlanjut sampai saya tamat SMA.
Hal yang sama terjadi saat saya kuliah. Karena pengajar yang dihadapi unik, jadi tingkat stress mahasiswa cukup variatif. 

Sampai ada istilah yg berkembang. Kalau mau lulus dari jurusan ini, harus gila dikit.
Kalau udah gila dikit, trus dihantam tekanan baru, paling gilanya nambah dikit.
Tapi kalau berusaha waras dan melawan arus, saat urat otak sudah tidak kuat menahan, bisa langsung gila beneran. 😱

Saya termasuk salah satu yang berubah jadi gila dikit. Saat ada mata kuliah yg sekali ambil, langsung lulus, saya biasa aja. Demikian juga saat ada mata kuliah yang harus diambil 4 x baru bisa lulus, saya juga biasa aja. Loh koq bisa? Kan saya udah gila dikit.😄

Karena pernah 4 x ambil satu mata kuliah baru lulus, saya sudah tdk khawatir kalau ada yg 2 x atau 3 x baru lulus. 😂 Dengan kegilaan yang ada, selama kuliah saya melakukan adjustment target. 5 besar tdk tercapai, saya ubah target jadi 15 besar. Gagal juga, saya ubah target jadi 50 besar. Baru berhasil. (Kalau tdk salah 🤔).

Kalau gagal pun tidak apa2. Karena dari ukuran badan, saya sudah masuk 5 besar di angkatan saya.
Yah begitulah saya dulu. Ngalir aja kayak air di permukaan yang miring. 

Kalau saya tidak tenggen saat SD, atau saya tidak gila dikit saat kuliah, mungkin saya tidak seperti sekarang ini. 

Sekarang saya bisa atur, kapan harus waras, kapan harus kumat gilanya.
That's what makes my life interesting !!!
Bangga jadi diri sendiri 😎
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Sabtu, 01 Desember 2018

MEDAN PUNYA CERITA

10 tahun dari hidup, saya tinggal di kota Medan. Banyak hal di kota ini, yang meninggalkan banyak kesan bagi saya pribadi.

Berikut pengalaman saya :
Orang Singapore baru mempromosikan MBS di tahun 2000 an. Sementara saya sudah tau MBS sejak pertama kali ke Medan tahun 1991.

Kalau MBS di Singapore merupakan kasino dan hotel, MBS di Medan merupakan swalayan.
MRT di Jakarta, baru mulai kembali diberitakan saat Jokowi jadi gubernur DKI.
Saya tau MRT di Medan sejak saya kuliah tahun 1991.

Bedanya : MRT di Jakarta banyak roda dan gerbongnya. MRT di Medan, cuma punya 4 roda, 3 pintu dan berwarna biru.

Sebelum orang2 ke KL untuk melihat menara kembar, saya sudah duluan ke KL. Bedanya mereka naik pesawat ke KL, sedangkan saya naik angkot dulu ke KL, baru lanjut naik bus.
Saat banyak yang memulai usaha air galon (air isi ulang), saya sudah sering ke galon saat saya di Medan. Apalagi kalau udah res.

Saat banyak dari kita, tidak mau dipanggil binatang, di Medan justru ada yang unik.
Saat calo angkot di gerbang USU, memanggil penumpang. "Kambing, pak", si bapak mengangguk dan masuk ke dalam angkot.

Mahasiswa cantik pun dipanggil sama oleh si calo. "Kambing, dek?". Si mahasiswi pun menjawab :"iya, bang".
Masuk....masuk.....
Di dalam angkot, para "ka*bi#g" ini pun nurut saja saat disuruh calo : "Ayo, rapat! Rapat!".😰
Saat ilmuwan Amerika sibuk meneliti Mars, saya sudah duluan ke Mars. Tapi kalau ada perlu arah ke Belawan aja.

Saat kita semua sibuk memikirkan usaha sampingan yang sesuai zaman seperti usaha on line, para mantan Presiden Amerika Serikat justru berpikir sebaliknya. Mereka justru membuka usaha kuliner dengan modal pas2an. Ada BPK punya Pak Obama. Ada juga BPK nya Pak Bill Clinton.

😭 Sedih. Karena saya tidak hadir saat pembukaannya. Kalau datang, bisa salaman.
Dulu, Neil Armstrong harus belajar dan ikut seleksi untuk bisa ke bulan. Waktu saya tiba di Medan tahun 1991, dengan uang 250 rupiah, saya sudah bisa ke bulan.

Saya juga bisa ke Bromo dengan uang 250 rupiah. Dengan syarat, naiknya dari depan olympia.
Rindu juga kalau lama tak ke Medan. Itu memoriku.
Mana memorimu?
Fill your life with memories.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Jumat, 30 November 2018

JUST ( 15 YEARS ) MARRIED

Sekarang lagi heboh, dengan berita anak orang kaya asal Surabaya yang akan melangsungkan pernikahan super mewah.

Kalau mereka, Crazy Rich.
Kalau saya, Craziest but not Rich 

Di saat masih banyak orang kekurangan, apakah perlu pemborosan seperti ini?
Bakal ada yg komentarnya beda dengan saya. Akan ada yang ngomong : " Sirik tanda tak mampu!!". Atau ada yang ngomong : "uang kan uangnya mereka, kenapa harus sibuk ngurusin urusan orang".
Tidak masalah anda sependapat atau tidak. Bagi saya, tetap pemborosan.

Pertanyaan saya : Apakah mereka akan tetap bersama, saat tidak punya apa2 ?
Hidup indah saat anda dan pasangan anda memiliki semua. Saat semua sirna, tidak semua pasangan bisa survive.

Tidak bisa survive karena sudah terlambat untuk belajar tentang hidup.
Pernikahan bukan hanya saat pesta pernikahan. Ngapain pesta miliaran, kalau dlm beberapa tahun atau mungkin hitungan bulan sudah bercerai.

Pernikahan harus diuji dalam suka duka, susah senang, panas dingin, saat badai dan saat cerah. Pokoknya tantangannya banyak.

Untuk suami, perhatikanlah istri saat dia tertidur. Setelah semua kerjaan rumah dan urusan anak, sudah pasti badan dan pikiran akan luar biasa capeknya.

Demikian sebaliknya untuk istri.
Suami diuji saat punya banyak uang. Sedangkan istri diuji saat tidak ada uang. Ini kata teman saya. 🙉 
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

Kamis, 29 November 2018

DI SUAPIN EMAK

Kemarin siang, saat saya melintasi blok ruko di daerah Penuin - Batam, saya melihat seorang ibu dan anaknya yang berumur sekitar 15 tahun. Mereka duduk bersebelahan di tangga jalan masuk ke ruko, menghadap parkiran kendaraan.

Hal yang menarik adalah saat saya melintas, ibunya sedang memegang sendok di tangan kanan, kotak makanan di tangan kiri.

Jadi sambil mereka ngobrol, tangan kanan ibu sekali2 menyuapkan nasi dan lauk ke mulut anaknya.
Walaupun anaknya sudah tergolong remaja, tapi tidak ada kesan risih di antara mereka.
Saat kita masih anak2, kita pun sering disuapin makanan oleh ibu kita.

Melihat kejadian tadi, kenangan masa lalu kembali lagi.
".....🤔 Seandainya ibu saya masih ada, saya akan minta ibu saya untuk menyuapin saya sekali lagi.......".

Untuk yang ibunya masih ada, silakan berkunjung dan minta disuapin makan yah. Sekedar mengenang masa lalu.
Supaya saat anda melihat apa yang saya lihat kemarin, anda tidak cemburu....
Saya tunggu postingan foto teman2 saat disuap ibunya yah.
Do it before it's too late.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --

NOSTALGIA MASA KECILKU

Untuk abang, kakak dan teman2 yang lahir di era 60an dan 70an, mungkin masih ingat lagu2 di bawah ini. Candaan di pagi hari, biar lebih semangat.
Berikut analisa saya tentang lirik lagu tersebut.
*Judul lagu : Anak Singkong*
1. "...aku anak singkong, kau anak keju....woii woii.."
Analisa : Anak keju sepertinya suka bengong. Buktinya sesudah disebut anak keju, dia masih harus diteriaki "woiiiii". Bahkan sampai 2 kali.
2. "....parfummu dari Paris, sepatumu dari Italy......".
Analisa : Pencipta lagu pasti bukan dari kota kelahiran saya, Dumai. Karena di Dumai, Paris adalah toko cuci cetak film, alias tidak ada jualan parfum. Sedangkan Italy, adalah toko yang menjual es krim dan kedai kopi. Mana ada jual sepatu.
*Judul lagu : Titip Rindu Buat Ayah*
1. "...engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini...."
Analisa : saat lagu ini diciptakan, belum ada polisi tidur. Karena kalau sudah ada, harusnya ada warna kuning atau putih.
2. "......anakmu sekarang banyak menanggung beban... "
Analisa : walaupun ayahnya sempat digambarkan sebagai orang yang bekerja keras, ternyata hasilnya minim sekali. Buktinya saat si ayah sudah tidak ada, anaknya banyak menanggung beban.
*Judul lagu : Hati yang luka*
1. "....pulangkan saja, aku pada ibuku atau ayahku...."
Analisa : penyanyi dalam lagu ini broken home karena orang tuanya udah bercerai. Karena kalau orang tuanya belum bercerai, harusnya cukup disebut ibunya saja, atau bapaknya saja. 😂
2. "....dulu bersumpah janji, di depan saksi...."
Analisa : loh? Koq cuma saksi? Penghulunya mana? Jangan2 nikahnya nggak sah nih......
*Judul lagu : Buku ini aku pinjam*
1. "....di kantin depan kelasku, di sana kenal dirimu...........di halte itu kutunggu, senyum manismu kekasih...."
Analisa : penyanyi sering bolos. Karena lebih sering di kantin, kalau tidak, bakalan nunggu di halte. 😄
2. ".....buku ini aku pinjam, kan ku tulis sajak indah.....hanya untukmu seorang, tentang mimpi2 malam...."
Analisa : nilai penyanyi pasti jelek. Karena pinjam buku, harusnya nulis PR atau catatan pelajaran, eh malah nulis sajak.
Si kekasih, kemungkinan punya buku tafsir mimpi dan suka pasang nomor. Karena selain sajak, penyanyi juga menulis mimpi2 malam. 😴
Sesudah membaca analisa saya yang luar biasa, silakan mendengar lagu2 tersebut kembali. 😂 Siapa tau ada kenangan khusus.
Selamat pagi dan selamat beraktifitas.
---NAVIGASI BLOG : -- KLIK PADA JUDUL POSTINGAN -- KLIK HEADER UNTUK KEMBALI KE HALAMAN DEPAN -- MENU PADA BAGIAN ATAS -- KATEGORI POSTINGAN PADA KANAN ATAS -- TOMBOL CEPAT KEATAS PADA KANAN BAWAH --
BANNER DISINI
LIKE FANPAGE KAMI OMSHARING GROUP